Permintaan dari PKB kepada KPU untuk melakukan perhitungan ulang terhadap suara PSI adalah langkah yang diambil dengan harapan mencegah terjadinya manipulasi.

News171 Dilihat

OstCash – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda memberikan tanggapannya terhadap lonjakan tajam perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam real count sementara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Huda, KPU perlu melakukan perhitungan ulang suara Pemilu 2024. Bahkan, katanya, KPU harus bersedia membuka kotak suara jika terdapat daerah yang dicurigai mengalami penggelembungan suara.

Huda menyatakan, “KPU harus memberikan ruang bagi perhitungan ulang atau membuka kotak. Jadi KPU tidak boleh tergesa-gesa dan menolak untuk membuka kotak suara di daerah-daerah yang diindikasikan jelas terjadi penggelembungan suara.”

Lebih lanjut, Huda menekankan, “Kami berharap agar KPU tidak terburu-buru dan menyetujui opsi membuka kotak suara di daerah dengan cepat tanpa pertimbangan yang matang.”

Huda juga memperkuat peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI untuk mengatasi lonjakan suara yang signifikan menuju salah satu partai politik.

“Jadi, jika ada indikasi lonjakan suara yang mencurigakan, kami meminta Bawaslu untuk mengambil tindakan tegas untuk mengatasi lonjakan suara tersebut,” ujarnya.

Di bagian lain, Huda menegaskan pentingnya menghormati suara rakyat dan mencegah adanya manipulasi serta pengalihan suara masyarakat ke partai politik tertentu, termasuk PSI.

“Kami menghormati suara rakyat dengan cara apa pun. Tidak boleh ada manipulasi atau pengalihan suara oleh partai mana pun, termasuk oleh PSI. Itulah semangat yang ingin kami tekankan,” tambahnya.

Perolehan Suara PSI Naik, Grace Natalie: Hindari Penyajian Pernyataan Tendensius dan Giring Opini yang Menyesatkan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyerukan agar semua pihak tidak menyampaikan pernyataan tendensius dalam menghadapi rekapitulasi suara yang masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menyatakan, “Penambahan maupun pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah jika ada pihak yang mencoba memengaruhi opini publik dengan mempertanyakan hal tersebut.”

Grace menegaskan bahwa lebih dari 70 juta suara belum dihitung, dan sebagian besar berada di basis pendukung Jokowi, tempat PSI memiliki potensi dukungan yang kuat.

“Sementara itu, perbedaan antara hasil quick count dengan rekapitulasi KPU juga terjadi pada partai lain. Mengapa yang disorot hanya PSI? Apakah kenaikan dan penurunan suara tidak terjadi di partai lain? Ini adalah hal yang wajar karena proses penghitungan suara masih berlangsung,” tegasnya.

Grace meminta semua pihak untuk bersikap adil dan proporsional.

“Kami akan menunggu hasil perhitungan akhir dari KPU. Jangan memengaruhi opini publik dengan menyajikan informasi yang menyesatkan,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *